Meski demikian, petugas PLN terus bekerja tanpa mengenal lelah untuk menyelesaikan titik-titik terakhir, terutama di wilayah terpencil. Keamanan jaringan menjadi perhatian utama sebelum listrik kembali disalurkan ke rumah warga.

Bagi masyarakat yang telah menunggu selama sepekan dalam kondisi gelap, kembalinya aliran listrik menjadi kabar yang sangat berarti.

Salah satu warga Desa Tonggurambang, Siti Hamida Tonga, mengaku bersyukur akhirnya dapat kembali menikmati cahaya lampu pada malam hari.

“Terima kasih PLN, akhirnya kami bisa menikmati cahaya lampu. Sudah satu minggu kami mengalami gelap gulita dan takut yang masih terus menghantui kami hingga saat ini. Akhirnya kami warga di sini lega dan listrik menjadi satu-satunya harapan warga di sini.”

Siti berharap proses pemulihan tidak berhenti di wilayah yang dekat dengan pusat kota, tetapi terus menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan lokasi pengungsian.

“Kalau kami di dekat kota mungkin tidak terlalu, Pak. Kasihan masih ada warga lain di tempat-tempat pengungsian, ada yang masih gelap dengan penerangan seadanya.”

Ratusan Personel Dikerahkan ke Titik Terdampak

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) Mbay, Dwi Prasetya Utomo, mengatakan pemulihan jaringan dilakukan secara menyeluruh di berbagai lokasi terdampak.