Ketua panitia kegiatan, Rm. Christo Ngasi, mengatakan antusiasme umat untuk membantu korban gempa cukup tinggi.

Karena itu, potensi seni yang dimiliki kaum muda dan anak-anak kemudian diberdayakan melalui kegiatan konser penggalangan dana.

“Antusias umat untuk membantu sangatlah tinggi, maka pemberdayaan kaum muda dan anak-anak yang memiliki potensi seni bisa dikolaborasi untuk menggalang dana,” ujar Christo.

Ia memastikan seluruh hasil penggalangan dana akan disalurkan melalui lembaga gereja untuk membantu korban gempa di Flores.

Penggalangan dana juga masih terus dilakukan hingga Senin (24/8/2026).

“Dana terkumpul semalam Rp3.507.000, kalau total keseluruhan hingga saat ini Rp35.000.000. Penggalangan dana sampai hari ini,” kata Rm. Christo, Senin (24/8/2026) pagi tadi.

Konser penggalangan dana diawali dengan doa dan penyalaan lilin.

Lilin tersebut menjadi simbol cahaya dan harapan bagi masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.

Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernardus Mbili Kandi, yang juga merupakan tokoh umat, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Bernard memberikan apresiasi terhadap semangat umat Homba Karipit yang ikut ambil bagian dalam membantu para korban bencana.

Menurut Bernard, seni dapat menjadi sarana untuk menyampaikan harapan dan cinta kepada sesama.