“BOSKIN Terbaik bukan sekadar sebuah predikat atau penghargaan. Ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Pusat terhadap kinerja satuan pendidikan yang telah menunjukkan capaian dan praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan,” ujar Thobias.

Khusus Gugus 4 Kabupaten Sabu Raijua, terdapat empat satuan pendidikan yang menerima BOSKIN Terbaik Tahun 2026. Keempatnya yakni UPTD SMP Negeri 2 Sabu Barat, UPTD SDI Ledeana, PAUD Mentari Pagi, dan PAUD Maranatha Liebuka.

Thobias menegaskan, predikat terbaik harus menjadi awal bagi sekolah untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Predikat terbaik bukanlah tujuan akhir. Justru predikat tersebut harus menjadi titik awal untuk terus bergerak, berinovasi, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Digitalisasi Pembelajaran Harus Perkuat Peran Guru

Wakil Bupati mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara anak-anak memperoleh informasi, berkomunikasi, dan belajar. Karena itu, dunia pendidikan dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Namun, ia mengingatkan bahwa digitalisasi pembelajaran tidak sebatas penggunaan perangkat teknologi.

Menurutnya, pemanfaatan laptop, komputer, proyektor, telepon pintar, internet, aplikasi maupun video pembelajaran harus mampu memberikan nilai tambah dalam proses belajar mengajar.