Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jember, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua terus memperkuat komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Upaya tersebut diwujudkan melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dan Politeknik Negeri Jember (Polije) dalam mempersiapkan pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis pada Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kampus 6 Sabu Raijua.
Keseriusan tersebut terlihat saat Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, SE., MM, melakukan kunjungan kerja ke Kampus Polije di Jember. Kedatangan Bupati bersama jajaran Pemkab Sabu Raijua disambut langsung Direktur Polije Saiful Anwar beserta jajaran pimpinan dan civitas akademika.
Kunjungan itu difokuskan pada pematangan sekaligus penyelesaian berbagai persyaratan administrasi untuk pendirian program studi baru yang diharapkan semakin memperkuat keberadaan dan peran PSDKU Kampus 6 Sabu Raijua.
Prodi Agribisnis Disesuaikan dengan Potensi Sabu Raijua
Bupati Krisman mengatakan, usulan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis didasarkan pada kebutuhan riil daerah, terutama untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi bagian penting dari perekonomian masyarakat Sabu Raijua.
“Prodi ini diusulkan berdasarkan kebutuhan riil daerah, terutama untuk mengoptimalkan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Sektor kelautan dan pertanian lahan kering membutuhkan banyak sentuhan inovasi serta pendampingan akademis yang berkelanjutan,” tegas Krisman.
Menurutnya, karakteristik Sabu Raijua sebagai wilayah kepulauan dengan potensi pertanian lahan kering dan kelautan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, keterampilan praktis, serta kemampuan mengembangkan inovasi sesuai dengan potensi lokal.
Karena itu, pendidikan vokasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk mempersiapkan generasi muda Sabu Raijua agar mampu mengelola potensi daerah secara mandiri, produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Krisman menegaskan, kerja sama dengan Polije tidak akan berhenti pada pembukaan satu program studi.
Pemkab Sabu Raijua, kata dia, akan terus mendorong pengembangan berbagai program pendidikan tinggi lainnya yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Ke depan, kita akan memprioritaskan pembukaan program studi strategis lainnya yang diselaraskan dengan dinamika dan kebutuhan pembangunan daerah,” tambahnya.
Bupati Saksikan Pengunggahan Dokumen Pengajuan
Keseriusan kedua pihak juga terlihat dalam proses pengajuan Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis.
Jajaran Polije melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap kelengkapan dokumen administrasi yang menjadi persyaratan pendirian program studi baru tersebut.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Bupati Krisman turut mendampingi dan menyaksikan langsung proses pengunggahan dokumen pengajuan program studi ke dalam sistem nasional.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Sabu Raijua tidak hanya mendorong kerja sama pada tingkat kebijakan, tetapi juga terlibat aktif memastikan setiap tahapan administrasi berjalan tertib, cepat, dan akuntabel.
Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar mengapresiasi keaktifan dan keseriusan Pemkab Sabu Raijua dalam mendorong pengembangan pendidikan tinggi vokasi di daerah.
Menurut Saiful, langkah tersebut sejalan dengan visi Polije untuk memperluas jangkauan pendidikan vokasi berkualitas ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan 3T.
“Hari ini Politeknik Negeri Jember bersama Pemkab Sabu Raijua resmi mempersiapkan dan mengunggah dokumen pengajuan Prodi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis. Ini adalah momentum penting bagi pemerataan akses pendidikan di wilayah 3T,” ungkap Saiful.
PSDKU Kampus 6 Didorong Segera Beroperasi Penuh
Pembukaan program studi baru tersebut diharapkan menjadi salah satu pengungkit percepatan operasional PSDKU Kampus 6 Sabu Raijua.
Dengan semakin dekatnya akses pendidikan tinggi vokasi, generasi muda Sabu Raijua diharapkan tidak lagi menghadapi kendala jarak dan biaya yang besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar pulau.
Keberadaan PSDKU Kampus 6 juga diharapkan tidak sekadar menjadi tempat belajar. Kampus tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, riset terapan, hingga kewirausahaan yang berbasis pada potensi dan kearifan lokal Sabu Raijua.
Kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini juga diharapkan memberikan dampak berantai terhadap pembangunan ekonomi daerah.
Lulusan yang dihasilkan nantinya tidak hanya dipersiapkan memasuki dunia kerja, tetapi juga diharapkan mampu menjadi wirausahawan muda serta penggerak ekonomi berbasis potensi lokal.
Dengan demikian, kehadiran Program Studi Sarjana Terapan Pengelolaan Agribisnis di PSDKU Kampus 6 Sabu Raijua menjadi investasi jangka panjang dalam membangun SDM unggul sekaligus mendorong transformasi potensi pertanian dan kelautan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat Sabu Raijua. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan