Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ruteng, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) melakukan peninjauan lapangan sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan berlangsung di Kampus Unika St. Paulus Ruteng, Rabu (26/8/2026), sebagai bagian dari kunjungan kerja untuk melakukan pemetaan awal atau assessment kondisi pascagempa di Pulau Flores.
Selain menyalurkan bantuan logistik darurat, kunjungan tersebut juga menjadi momentum mengonsolidasikan peran perguruan tinggi dalam mendukung proses pemulihan pascabencana di NTT.
Undana dan Mendiktisaintek Tinjau Posko hingga Permukiman Warga
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., serta Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana Yefry C. Adoe, S.E., M.AP.
Turut hadir Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai Wens Sedan, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., serta Rektor Unika St. Paulus Ruteng Dr. Pater Agustinus Manfred Habur.
Pimpinan perguruan tinggi se-daratan Flores, dosen pendamping, tenaga kependidikan, dan perwakilan mahasiswa juga mengikuti rangkaian kegiatan.
Rombongan melakukan peninjauan ke Posko Tanggap Darurat Bencana, menyerahkan bantuan logistik, serta melihat langsung kondisi permukiman warga dan kediaman sivitas akademika yang terdampak gempa.
Bantuan Logistik untuk Warga dan Sivitas Akademika
Dalam agenda tersebut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Kemdiktisaintek serta bantuan sembako dan logistik yang dihimpun melalui Peduli Kasih Dharma Wanita Undana.
Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat dan sivitas akademika yang terdampak bencana.
Selain distribusi bantuan, tim juga melakukan identifikasi terhadap kerusakan fisik dan kebutuhan mendesak di lapangan.
Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi layanan kesehatan, pemulihan sarana dan prasarana, pendirian sekolah darurat, hingga pendampingan psikososial atau trauma healing.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan pendidikan dan kondisi psikologis masyarakat terdampak.
Mahasiswa Disiapkan untuk Terlibat dalam Pemulihan
Kunjungan tersebut juga diisi dialog interaktif untuk merumuskan skema keterlibatan mahasiswa melalui Program Aksara Mahasiswa Berdampak.
Dialog tersebut menghasilkan naskah komitmen bersama yang ditandatangani perwakilan mahasiswa dengan tajuk “Komitmen Bersama Pemulihan NTT melalui Aksara Mahasiswa.”
Rektor Undana mengatakan, keterlibatan perguruan tinggi dalam penanganan pascabencana merupakan bentuk nyata semangat gotong royong.
“Kunjungan kerja dan penyaluran bantuan ini menjadi simbol kesiapan insan perguruan tinggi Indonesia untuk bergerak bersama dalam aksi gotong royong serta mengawal pemulihan pascabencana di Nusa Tenggara Timur,” ujar Jefri.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi kondisi pascabencana melalui dukungan sumber daya manusia, kajian, pendampingan, serta kegiatan kemanusiaan.
Undana Siapkan Relawan Mahasiswa dan Dosen
Sebagai perguruan tinggi negeri pembina di Provinsi NTT, Undana memastikan akan terus mengambil bagian dalam proses pemulihan pascagempa.
Undana berencana menerjunkan relawan mahasiswa dan dosen pendamping lapangan secara berkelanjutan untuk mendampingi masyarakat di Kabupaten Manggarai dan wilayah sekitarnya.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan sektor pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial warga.
Kolaborasi Perguruan Tinggi Percepat Pemulihan
Peninjauan langsung dan penyaluran bantuan oleh Mendiktisaintek bersama Undana menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi penanganan pascabencana di Kabupaten Manggarai.
Pasalnya, proses pemulihan di daerah terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga pemetaan kebutuhan yang spesifik dan koordinasi lintas institusi.
Kebutuhan seperti sekolah darurat, layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta pemulihan fasilitas pendidikan membutuhkan penanganan yang terstruktur agar tidak menghambat proses pemulihan masyarakat.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, kebutuhan tersebut diharapkan dapat ditangani secara lebih terintegrasi.
Relawan mahasiswa dan dosen dapat berperan dalam mendukung layanan masyarakat sekaligus membantu memastikan keberlanjutan pendidikan bagi warga terdampak gempa.
Sinergi Undana dan Kemdiktisaintek tersebut sekaligus menegaskan bahwa dunia perguruan tinggi tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pemulihan masyarakat saat terjadi bencana.
Dengan dukungan mahasiswa, dosen, pemerintah, dan berbagai perguruan tinggi di Flores, proses pemulihan pascagempa di Kabupaten Manggarai diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan