Pasalnya, proses pemulihan di daerah terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga pemetaan kebutuhan yang spesifik dan koordinasi lintas institusi.

Kebutuhan seperti sekolah darurat, layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta pemulihan fasilitas pendidikan membutuhkan penanganan yang terstruktur agar tidak menghambat proses pemulihan masyarakat.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, kebutuhan tersebut diharapkan dapat ditangani secara lebih terintegrasi.

Relawan mahasiswa dan dosen dapat berperan dalam mendukung layanan masyarakat sekaligus membantu memastikan keberlanjutan pendidikan bagi warga terdampak gempa.

Sinergi Undana dan Kemdiktisaintek tersebut sekaligus menegaskan bahwa dunia perguruan tinggi tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak pemulihan masyarakat saat terjadi bencana.

Dengan dukungan mahasiswa, dosen, pemerintah, dan berbagai perguruan tinggi di Flores, proses pemulihan pascagempa di Kabupaten Manggarai diharapkan dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan. (*/rnc)