“Kami ingin memastikan program ekonomi kerakyatan yang digagas Gubernur NTT, dapat diwujudkan secara maksimal. Untuk itu kami melakukan kurasi produk berbagai UMKM dalam dua bulan terakhir, dengan cara ini produk UMKM diharapkan tidak dipandang sebelah mata, tapi mampu menunjukan daya saing,” ujar Leonardo A.R. Waleng.

Leonardo Waleng menyebut bahwa PT Flobamor juga dipercayakan untuk mengelola NTT Mart. Selama ini NTT Mart dikelola Disperindag bekerja sama dengan Dekranasda.

“Tahun 2027 kita resmi ambil alih pengelolaannya,” tandasnya.

Leonardo Waleng menambahkan, tiga NTT Mart baru akan hadir di Kota Kupang pada September mendatang. Tiga NTT Mart itu akan beroperasi di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di kawasan kantor gubernur lama, NTT Mart Perikanan yang terletak di Pelabuhan Perikanan, dan NTT Mart yang berlokasi di dalam kompleks Kantor Gubernur NTT.

“Kami sudah melakukan PKS dengan Dinas Perikanan Provinsi sehingga nantinya ada NTT Mart Perikanan di Tenau,” ujarnya.

Untuk mendukung produk makanan dari UMKM di NTT, PT Flobamor juga akan mengembangkan Food Lab (Food Laboratory) untuk menjaga kualitas dan halal. Hal ini merupakan kerjasama PT Flobamor dengan Uma Kanaru Institute. “Kami berharap dengan adanya Food Lab, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional dan dunia,” lanjut Angge Kandidatus, Manager UMKM PT Flobamor.