Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Melkisedek menyebut terdapat potensi sekitar 1.600 hektare lahan yang berada di tiga desa di wilayah tersebut.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kawasan strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila didukung perencanaan, infrastruktur, pengairan, pembinaan dan pengelolaan yang baik.
Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan perhitungan teknis terkait luas lahan yang dapat dikembangkan, kebutuhan air, infrastruktur pendukung hingga kebutuhan pembiayaan.
“Kalau persoalannya adalah air, kita harus menghitung secara teknis bagaimana air dapat dialirkan dari sumber menuju lahan pertanian. Berapa jaraknya, berapa kebutuhan infrastrukturnya, dan berapa anggarannya. Semua itu harus dihitung dengan baik,” jelasnya.
Kolaborasi jadi Kunci Pengembangan Pertanian
Melkisedek juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, penyuluh pertanian, kelompok tani dan masyarakat dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur pertanian.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan berbagai upaya peningkatan produksi.
Program dan kegiatan, kata dia, harus diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Sekda memberikan apresiasi kepada para penyuluh pertanian dan kelompok tani yang telah berinisiatif mengembangkan kegiatan pertanian.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan