oleh: Robert Kadang

Gempa Bumi Magnitudo 7,7 telah mengguncang daratan Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Puluhan korban jiwa berjatuhan, ratusan lainnya mengalami luka-luka. Dan, ada belasan ribu unit rumah warga rusak. Peristiwa memilukan itu memantik rasa empati dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja (Getor).

Mewakili BPS Gereja Toraja, bantuan tersebut diserahkan Pdt. Jonathan, M.Th., dari Gereja Toraja Jemaat Kupang didampingi majelis, Paulus Rante Tadung dan Mega Fontani Bangke’. Bantuan itu diterima Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Lay Abdi K. Wengi, M.Si., pada Selasa, 18 Agustus 2026, di GMIT Centre, Kota Kupang.

Bantuan ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian BPS Gereja Toraja atas peristiwa gempa yang dialami masyarakat Flores. Semoga, bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terkena dampak dari peristiwa gempa hari Sabtu lalu,” ujar Pdt. Jonathan yang diamini Paulus Rante Tadung.

Usai menerima bantuan tersebut, Pdt. Lay Abdi mengatakan, Sinode GMIT menyambut baik bantuan dari BPS Gereja Toraja. “BPS Gereja Toraja selalu memberi perhatian bagi masyarakat NTT yang mengalami bencana. Pada saat bencana Seroja beberapa waktu lalu, BPS Gereja Toraja yang pertama menyerahkan bantuan melalui kerja sama dengan Sinode GMIT. Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepedulian ini,” kata Pdt. Lay Abdi.