Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Aktivitas gempa susulan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus terjadi hingga hari ke-12 setelah gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Hingga Rabu (26/8/2026), tercatat sebanyak 7.492 kali gempa susulan.
Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, dalam konferensi pers secara daring, Rabu (26/8/2026) petang, menjelaskan dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 1,0. Sebanyak 143 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Aktivitas gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung selama 3–4 minggu sejak gempa utama. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada, namun diharapkan aktivitas gempa terus menurun sehingga kondisi warga berangsur lebih tenang.
Korban Meninggal Dunia Capai 105 Orang
Dampak bencana juga terus diperbarui. Hingga hari ke-12, jumlah korban meninggal dunia bertambah dua orang sehingga mencapai 105 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sementara mayoritas lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana.
Pemerintah menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia dan berharap keluarga yang ditinggalkan mendapat penguatan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Berdasarkan karakteristik korban, sebanyak 42 persen korban meninggal merupakan laki-laki, sedangkan 58 persen perempuan,” urai Berton.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, korban paling banyak berasal dari kelompok lanjut usia (lansia) sebesar 45 persen, kemudian dewasa 37 persen dan anak-anak 12 persen. Sisanya merupakan balita dan batita.
Korban Luka Bertambah 12 Orang
Berton menjelaskan, jumlah korban luka-luka juga mengalami peningkatan. Hingga Rabu, tercatat 1.678 orang mengalami luka-luka, bertambah 12 orang dibandingkan data sebelumnya.
Korban luka terbanyak tercatat berada di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait masih melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak, termasuk memastikan kebutuhan kesehatan dan pelayanan dasar tetap tersedia.
Jumlah Pengungsi Mulai Berkurang
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi mulai mengalami penurunan.
Hingga hari ke-12, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 179.037 orang, berkurang sekitar 6.094 orang dibandingkan data sebelumnya. Penurunan jumlah pengungsi terutama terjadi di Kabupaten Sikka.
“Meski demikian, jumlah warga yang masih berada di pengungsian tetap cukup besar. Kabupaten Nagekeo, Manggarai dan Manggarai Timur tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengungsi tertinggi,” jelas Berton.
Penurunan jumlah pengungsi menjadi salah satu indikator bahwa sebagian masyarakat mulai kembali ke rumah atau melakukan aktivitas secara bertahap. Namun, kondisi keamanan bangunan dan potensi gempa susulan tetap menjadi perhatian dalam proses kepulangan warga.
Gempa Susulan Diperkirakan Masih Berlangsung
Dengan aktivitas gempa susulan yang masih tinggi, masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait.
Rangkaian gempa susulan diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa pekan setelah gempa utama. Pemerintah berharap kekuatan dan frekuensi gempa susulan terus menurun sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
Penanganan bencana di Flores pun masih berlanjut, mulai dari pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan pengungsi, pendataan kerusakan hingga persiapan memasuki tahap pemulihan. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan