Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, proses pendataan dan distribusi menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah keberadaan pengungsi mandiri yang tersebar di wilayah pegunungan dan tidak terkonsentrasi di satu lokasi.
Kondisi tersebut membuat pemerintah membutuhkan waktu lebih untuk memetakan keberadaan warga terdampak dan memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.
“Banyak juga desa yang sulit akses internet, menambah kesulitan dalam pemetaan,” ujar Yani.
Menurutnya, keterbatasan akses komunikasi dan kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan warga terdampak gempa di Manggarai Timur.
Rumah Roboh jadi Prioritas Utama
Yani menegaskan kebijakan pemerintah untuk memprioritaskan warga yang rumahnya roboh bukan berarti masyarakat dengan tingkat kerusakan rumah lebih ringan diabaikan.
“Pengungsi mandiri tetap diperhatikan, hanya saja kami utamakan dahulu yang sangat membutuhkan,” katanya.
Pemerintah saat ini berupaya memastikan bantuan terlebih dahulu menjangkau masyarakat dengan kondisi paling mendesak, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah roboh serta mereka yang berada di wilayah terisolir.
Sementara bagi warga yang kondisi rumahnya masih memungkinkan untuk ditempati, pemerintah mengimbau agar memanfaatkan perlengkapan yang tersedia, seperti selimut, jaket, dan makanan yang ada di rumah masing-masing.
Warga Menunggu Kepastian Bantuan
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat jadwal pasti penyaluran bantuan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan di Desa Ngampang Mas.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan