Salah seorang staf LAI Pusat dari Jakarta menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman penyelenggaraan pameran Museum Alkitab di berbagai daerah di Indonesia, Pekan Alkitab Kupang menjadi salah satu penyelenggaraan dengan skala pameran yang sangat besar sekaligus mencatat jumlah pengunjung terbanyak yang pernah mereka layani.

“Desain dan dekorasi panitia serasa seperti Bible Museum di USA,” ungkap staf LAI tersebut melalui WhatsApp.

Kurator Museum LAI, Anas, yang turut melayani sepanjang kegiatan, juga menggambarkan tingginya energi masyarakat Kupang dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Iklan

“Pekan Alkitab Kupang benar-benar fly to the moon. Energi saya rasanya sampai di batas maksimal. Mungkin beginilah rasanya ketika Tuhan Yesus melayani dan mengajar lebih dari lima ribu orang dari pagi hingga malam,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya animo masyarakat sekaligus tingginya antusiasme pengunjung selama empat hari penyelenggaraan.

Pekan Alkitab Juga Beri Ruang bagi UMKM

Pekan Alkitab tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan dan edukasi, tetapi juga memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sejumlah booth UMKM binaan Bank NTT turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran UMKM memberikan kesempatan kepada pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk kepada ribuan pengunjung.