Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Omoda O4 tampil mencuri perhatian di ajang GIIAS 2026 dengan mengusung desain futuristik yang terinspirasi karakter robotik seperti Gundam dan Iron Man.
Mobil listrik terbaru dari Omoda & Jaecoo Indonesia tersebut membawa konsep Cyber Mecha Design, sebuah bahasa desain yang tidak hanya diterapkan pada eksterior, tetapi juga merambah interior dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Konsep tersebut menjadi upaya Omoda & Jaecoo menghadirkan kendaraan listrik dengan karakter berbeda, terutama untuk konsumen muda yang menginginkan perpaduan desain futuristik dan teknologi modern.
Omoda O4 Terinspirasi Robot dan Masa Depan
Head of Product Omoda & Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto, mengatakan konsep Cyber Mecha dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan robotik, teknologi, dan gambaran kendaraan masa depan.
“Mecha design ini kan hubungannya dengan robotik, hubungannya dengan masa depan. Ini yang menginspirasi kita bahwa kita ingin mengarahkan desain ini sangat futuristik, seperti dari masa depan, kita implementasikan di O4 ini,” ujar Ryan di GIIAS 2026.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui bentuk bodi yang tegas dengan pahatan tajam dari bagian depan hingga belakang.
Menurut Ryan, karakter tersebut menjadi salah satu identitas utama Omoda O4.
“Jadi kalau customer bisa lihat di desain, kita bahas dari eksterior dulu. Dari bagian eksterior itu kalau kita lihat body dari O4 ini seperti pahatan yang tajam dari depan sampai belakang, jadi ini yang merepresentasikan mecha design ini,” katanya.

Lampu hingga Spion Dibuat Senada
Karakter Cyber Mecha tidak hanya terlihat dari bentuk bodi.
Omoda & Jaecoo juga menerapkan bahasa desain yang sama pada berbagai detail kendaraan, mulai dari lampu depan, lampu belakang, cover spion, hingga over fender.
Seluruh elemen tersebut menggunakan garis-garis tegas dan bentuk yang cenderung mengotak untuk memperkuat kesan kendaraan masa depan.
“Tidak hanya dari body, tetapi juga dari lampu depan, lampu belakang, bahkan sampai ke cover spion atau over fender, semuanya kita desain senada, yaitu desain-desain yang tajam dan lebih ke mengotak,” ujar Ryan.
Kombinasi tersebut membuat Omoda O4 memiliki tampilan yang lebih agresif sekaligus berbeda dari desain kendaraan listrik konvensional.
Interior Omoda O4 Bergaya Pesawat Luar Angkasa
Konsep futuristik juga dibawa hingga ke dalam kabin.
Omoda O4 mengusung desain interior yang terinspirasi suasana pesawat luar angkasa atau starship.
“Interior pun juga sama, kita memberikan konsep seperti layaknya starship atau pesawat luar angkasa. Jadi kesan futuristik ini tidak hanya di luar saja, tetapi juga di interior Omoda O4 ini,” kata Ryan.
Selain tampilan, interior juga dirancang dengan sejumlah teknologi yang ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada pengguna.
Di sekitar kemudi masih tersedia tombol-tombol untuk mengoperasikan sejumlah fungsi kendaraan. Sementara itu, layar besar di bagian tengah kabin menjadi salah satu pusat interaksi pengemudi dengan kendaraan.
“Layar besar yang ada di tengah dilengkapi dengan AI. Jadi akan memberikan sensasi berkendara yang nyaman dan mudah dioperasikan untuk sehari-hari,” jelasnya.
Desain Kotak Tetap Perhatikan Aerodinamika
Menghadirkan bodi dengan bentuk tegas dan sudut tajam menjadi tantangan tersendiri bagi tim pengembangan.
Desain tersebut harus tetap mampu memberikan performa dan pengalaman berkendara yang optimal.
Ryan mengatakan aspek aerodinamika menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan Omoda O4.
“Tantangannya, kita harus memberikan tidak hanya tampilan saja yang bagus, tetapi juga tetap memaksimalkan performa, memaksimalkan experience dari si customer pada saat menggunakan Omoda O4,” katanya.
Meski memiliki bentuk bodi yang menyerupai kotak dengan sudut-sudut tajam, kendaraan tersebut tetap dirancang agar memiliki karakter aerodinamika yang baik.
“Contohnya dari eksterior, walaupun kita membuat body yang layaknya kotak dipahat dengan sudut-sudut yang tajam, kita tetap memperhitungkan aerodinamis dari mobil ini,” ujar Ryan.
Omoda O4 diklaim memiliki coefficient drag sekitar 0,29. Angka tersebut disebut masih mendukung efisiensi meskipun kendaraan mengusung desain crossover dengan karakter bodi yang tegas.
“Jadi, aerodinamis dari OMODA O4 ini sekitar 0,29 coefficient drag, jadi ini masih cukup aerodinamis untuk sebuah crossover yang lumayan tinggi di segmen ini,” katanya.
Sekali Isi Daya, Jarak Tempuh di Atas 550 Km
Selain desain dan teknologi, efisiensi menjadi salah satu aspek yang ditawarkan Omoda O4.
Mobil listrik tersebut diklaim mampu memiliki jarak tempuh lebih dari 550 kilometer.
“Sehingga ini membuat efisiensi dan jarak tempuhnya masih sangat cukup untuk customer di Indonesia, karena range-nya masih di atas 550 km,” kata Ryan.
Klaim tersebut menjadi salah satu daya tarik Omoda O4 di tengah kebutuhan konsumen Indonesia terhadap kendaraan listrik yang tidak hanya menawarkan desain modern, tetapi juga kemampuan jelajah yang memadai untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh.
Kombinasi Cyber Mecha Design, teknologi AI, aerodinamika, dan jarak tempuh lebih dari 550 kilometer menjadi bagian dari strategi Omoda & Jaecoo dalam menghadirkan kendaraan listrik yang menyasar karakter konsumen muda Indonesia.
Melalui Omoda O4, merek tersebut ingin membawa pengalaman berkendara yang tidak hanya berorientasi pada elektrifikasi, tetapi juga menawarkan pengalaman futuristik melalui desain dan teknologi yang semakin terintegrasi. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan