Jakarta, RakyatNTT.ID – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat mengerahkan bantuan pangan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sesaat setelah menerima informasi mengenai gempa, Amran langsung memerintahkan Perum Bulog untuk mengonsolidasikan bantuan pangan dan memastikan penyalurannya ke wilayah terdampak.

“Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujar Amran, Minggu (16/8/2026).

Iklan

Total bantuan beras yang disiapkan untuk empat kabupaten di NTT mencapai 5.386 ton, yang terdiri atas bantuan kebencanaan dan bantuan pangan reguler. Nilai keseluruhan bantuan tersebut diperkirakan mencapai Rp75,4 miliar.

Empat daerah yang mendapat dukungan tersebut yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka.

Rincian Bantuan Beras untuk Empat Kabupaten

Di Kabupaten Manggarai, bantuan terdiri atas 31,63 ton bantuan bencana dan 1.799 ton bantuan pangan reguler.

Kemudian Kabupaten Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler.

Sementara itu, Kabupaten Ngada mendapatkan 8,06 ton bantuan bencana serta 444,21 ton bantuan pangan reguler.

Adapun Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

Secara khusus, total beras yang dialokasikan untuk bantuan kebencanaan mencapai 200,35 ton. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung dan berada dalam situasi darurat akibat bencana.

Pemerintah Pastikan Distribusi Pangan Tetap Berjalan

Amran mengatakan pemerintah bersama Bulog dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Koordinasi tersebut juga mencakup wilayah yang mengalami kendala akses akibat dampak gempa.

“Prioritas kita adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung,” tegas Amran.

Ia memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi pangan di wilayah terdampak.

Menurut Amran, penanganan pangan bagi masyarakat terdampak bencana tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat. Pemerintah juga memastikan bantuan pangan reguler tetap berjalan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi setelah kondisi darurat berakhir.

“Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan,” jelasnya.

Amran: Pemerintah Hadir untuk Korban Gempa NTT

Amran menegaskan pemerintah tidak ingin masyarakat terdampak bencana merasa sendirian dalam menghadapi situasi sulit.

Menurut dia, seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait harus bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi hingga kondisi kembali pulih.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang merasa sendirian. Pemerintah hadir. Pangan tersedia, bantuan kita gerakkan, dan koordinasi terus kita perkuat sampai kondisi masyarakat kembali pulih,” pungkas Amran.

Ia menekankan bahwa penanganan bencana membutuhkan kerja bersama seluruh pihak dengan satu tujuan utama, yakni menyelamatkan dan membantu masyarakat yang terdampak. (*/rnc)