Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Sementara itu, Kabupaten Ngada mendapatkan 8,06 ton bantuan bencana serta 444,21 ton bantuan pangan reguler.
Adapun Kabupaten Sikka memperoleh 6,88 ton bantuan bencana dan 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.
Secara khusus, total beras yang dialokasikan untuk bantuan kebencanaan mencapai 200,35 ton. Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak langsung dan berada dalam situasi darurat akibat bencana.
Pemerintah Pastikan Distribusi Pangan Tetap Berjalan
Amran mengatakan pemerintah bersama Bulog dan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Koordinasi tersebut juga mencakup wilayah yang mengalami kendala akses akibat dampak gempa.
“Prioritas kita adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung,” tegas Amran.
Ia memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi pangan di wilayah terdampak.
Menurut Amran, penanganan pangan bagi masyarakat terdampak bencana tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat. Pemerintah juga memastikan bantuan pangan reguler tetap berjalan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi setelah kondisi darurat berakhir.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan