Pemerintah memberikan santunan sebesar Rp35 juta bagi guru dan murid yang meninggal dunia akibat bencana.

Sementara itu, santunan bagi tenaga pendidik dan kependidikan (GTK) yang mengalami luka-luka diberikan dengan total keseluruhan mencapai Rp270 juta.

Abdul Mu’ti turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia akibat gempa.

“Kami juga mengucapkan turut berdukacita untuk keluarga korban yang meninggal. Semoga semuanya diberikan ketabahan dan juga tentunya semoga semuanya diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Trauma Healing hingga Revitalisasi Sekolah

Pemulihan pendidikan pascabencana tidak hanya difokuskan pada bangunan dan bantuan material.

Kemendikdasmen juga menghadirkan tim trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga satuan pendidikan yang terdampak gempa.

Selain itu, sekolah-sekolah yang terdampak mendapatkan prioritas dalam program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026.

Program tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman bagi siswa dan guru.

Abdul Mu’ti: Jangan Saling Menyalahkan

Di tengah proses pemulihan pascagempa, Abdul Mu’ti mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dan saling mendukung.