Salah satu lokasi yang mendapat perhatian adalah Bandara Soa, Bajawa. Berdasarkan laporan awal, terdapat kerusakan dengan kategori sedang pada runway.

Selain runway, sejumlah bangunan dan fasilitas pendukung di Bandara Soa juga mengalami kerusakan. Retakan baru dilaporkan muncul di beberapa titik setelah gempa.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari asesmen menyeluruh yang dilakukan untuk memastikan fasilitas penerbangan tetap memenuhi aspek keselamatan sebelum operasional kembali berjalan secara normal.

Pelayanan Navigasi Penerbangan Ikut Terdampak

Dampak gempa juga dirasakan pada sejumlah unit pelayanan navigasi penerbangan. Unit yang dilaporkan terdampak meliputi Cabang Pembantu Labuan Bajo, Cabang Pembantu Ende, Unit Maumere, Unit Bajawa dan Unit Ruteng.

Meski fasilitas terdampak, seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi tersebut dilaporkan dalam kondisi selamat.

Untuk sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi penerbangan sementara dialihkan ke lokasi yang dinilai aman.

Ditjen Perhubungan Udara juga menyiapkan contingency plan atau rencana kontinjensi sebagai langkah antisipasi. Skema tersebut disiapkan untuk memastikan aspek keselamatan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan navigasi penerbangan selama proses penanganan dampak gempa.

Gempa M 7 Guncang NTT

Berdasarkan informasi Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, gempa utama tercatat berkekuatan magnitudo 7,0 pada pukul 05.58 WITA.