“Para penyintas, khususnya di Kabupaten Manggarai, sangat membutuhkan bantuan mendesak berupa puluhan tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 lembar tikar, pasokan air bersih (tandon), hingga genset,” kata Berton.

Kebutuhan tenda darurat menjadi perhatian untuk memastikan warga terdampak memiliki tempat perlindungan yang layak selama kondisi pascagempa.

Selain kebutuhan pangan, bantuan obat-obatan, perlengkapan tidur, air bersih, dan sumber listrik juga diperlukan untuk mendukung aktivitas masyarakat di lokasi pengungsian.

BNPB Catat 48 Orang Meninggal Dunia

Gempa M7,7 tersebut juga menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah NTT. BNPB mencatat 48 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 23 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 18 orang.

Sementara itu, korban meninggal lainnya tercatat di Sikka sebanyak empat orang, Manggarai Barat satu orang, Ende satu orang, dan Nagekeo satu orang.

Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat 101 warga mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.

Proses penanganan dan pendataan korban masih terus dilakukan oleh petugas di wilayah terdampak.

Ratusan Rumah Rusak akibat Gempa

Gempa yang berpusat di laut tersebut juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan berbagai fasilitas publik. Dampaknya turut mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.