Dalam konteks tersebut, Kopdit Sangosai diharapkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang mempertemukan potensi dana masyarakat dengan kebutuhan pembiayaan sektor produktif di Sabu Raijua.

Rumput Laut dan Bawang Merah jadi Peluang

Selain potensi dana masyarakat, Thobias menyoroti modal sosial masyarakat Sabu Raijua yang dinilai menjadi kekuatan penting bagi perkembangan koperasi.

Budaya gotong royong yang tercermin dalam filosofi “Mira Kaddi Hari” disebut sebagai modal sosial yang dapat memperkuat koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kita kerja bersama-sama, jadinya ringan. Saya kira koperasinya akan berkembang bagus di sini karena didukung budaya dan sifat orang Sabu,” ujarnya.

Di sisi lain, sejumlah komoditas lokal juga dinilai memiliki peluang ekonomi besar, di antaranya rumput laut dan bawang merah Sabu.

Khusus bawang merah, Thobias mendorong Kopdit Sangosai mengambil peran dalam pembiayaan petani sekaligus membantu membuka akses pasar ke luar daerah.

Ia mencontohkan peluang pemasaran bawang merah Sabu ke Bajawa yang memiliki karakteristik geografis berbeda.

“Kalau ada petani bawang merah Sabu yang membutuhkan modal, bisa menjadi anggota koperasi. Koperasi bisa masuk memberikan pembiayaan, kemudian pasarnya kita dorong,” jelasnya.