Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurutnya, kebutuhan masyarakat saat ini memang tetap harus dipenuhi melalui pasokan dari luar. Namun, pemerintah juga harus mulai memperkuat kawasan produksi pangan lokal agar Alor memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
“Kita tentu membutuhkan pasokan beras untuk menjawab kebutuhan masyarakat hari ini. Tetapi untuk jangka panjang kita juga harus membangun kemampuan produksi sendiri. Karena itu, Lantoka perlu mulai dilihat sebagai bagian dari masa depan ketahanan pangan Alor,” katanya.
Ia menilai pengembangan Lantoka menjadi salah satu kawasan produksi beras dapat menjadi investasi jangka panjang bagi ketahanan pangan Kabupaten Alor.
Rp33 Miliar untuk Kakao, Jambu Mete dan Kelapa
Di sisi lain, Menteri Pertanian menyampaikan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Alor.
Pada Tahun Anggaran 2026, Alor mendapatkan alokasi sekitar Rp33 miliar yang diarahkan terutama untuk pengembangan kakao, jambu mete dan kelapa.
Yerimoth mengatakan Menteri Pertanian berharap dukungan tersebut mampu meningkatkan produksi sekaligus pendapatan masyarakat.
Tidak hanya itu, intervensi pemerintah pusat juga diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan PAD Kabupaten Alor dan membantu daerah mengurangi angka kemiskinan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan