Mbay, RakyatNTT.ID – Pemerintah Kabupaten Nagekeo terus mempercepat pemulihan pelayanan publik setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Meike Kencana Wulan, ke Kabupaten Nagekeo, Sabtu (22/8/2026).

Meike diterima langsung oleh Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Nagekeo.

Iklan

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti penanganan pascagempa, termasuk menerima laporan hasil survei dan uji kelayakan sejumlah bangunan pemerintah serta meninjau kondisi warga yang masih berada di lokasi pengungsian.

Pertemuan itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nagekeo, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Kabid Cipta Karya Dinas PU, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta jajaran teknis dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU.

Kementerian PU Lakukan Asesmen Cepat Bangunan Prioritas

Dalam pemaparannya, Meike mengatakan tim teknis Kementerian PU telah melakukan rapid assessment atau asesmen cepat terhadap sejumlah bangunan yang menjadi fasilitas pelayanan publik.

Asesmen diprioritaskan pada fasilitas kesehatan dan pusat pemerintahan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat keamanan bangunan sekaligus mempercepat pemulihan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Berdasarkan analisis teknis di RSUD Aeramo, tidak semua bangunan masuk kategori Tipe Kuning. Beberapa bangunan masuk ke Tipe Hijau, sehingga bisa ditinjau kembali untuk segera dipergunakan,” ujar Meike.

Menurutnya, sejumlah bangunan prioritas yang telah diperiksa antara lain rumah sakit, Kantor Bupati Nagekeo, dan Kantor DPRD. Sementara bangunan lainnya akan menjalani uji kelayakan secara mandiri oleh personel teknis di daerah setelah mendapatkan pelatihan dari Kementerian PU.

Kantor Bupati Nagekeo Berstatus Tipe Kuning

Hasil pemeriksaan teknis terhadap Gedung Kantor Bupati Nagekeo menetapkan bangunan tersebut dalam kategori Tipe Kuning atau Penggunaan Terbatas.

Penetapan status tersebut didasarkan pada kondisi bangunan saat pemeriksaan dilakukan. Tim Kementerian PU juga memberikan catatan bahwa gempa susulan berpotensi menyebabkan kerusakan tambahan dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan.

Karena itu, apabila ditemukan kerusakan baru atau kondisi bangunan mengalami perubahan, pemeriksaan teknis akan dilakukan kembali oleh pihak berwenang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Nagekeo karena aktivitas pemerintahan harus tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan aparatur maupun masyarakat.

Pemkab Nagekeo Alihkan Aktivitas Perkantoran ke Posko Darurat

Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipatif setelah adanya hasil pemeriksaan terhadap bangunan perkantoran.

Untuk sementara, aktivitas pemerintahan tidak sepenuhnya dilakukan di dalam gedung yang terdampak. Sejumlah pegawai menjalankan pekerjaan dari luar gedung maupun memanfaatkan posko darurat.

“Untuk sementara ini kami semua berkantor di luar atau memanfaatkan posko darurat. Kami juga memastikan kondisi di posko terpadu tetap aman dan selalu terpantau setiap harinya untuk memastikan kondisi kehidupan warga dapat terus berjalan dengan normal,” ungkap Gonzalo.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik sekaligus mengutamakan keselamatan pegawai selama masa tanggap darurat bencana.

Dirjen Cipta Karya Tinjau Sejumlah Gedung dan Posko Pengungsian

Setelah pertemuan di Posko Utama Tanggap Darurat, Wakil Bupati Gonzalo mendampingi Dirjen Cipta Karya meninjau langsung sejumlah fasilitas pemerintahan.

Lokasi yang diperiksa meliputi Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Gedung Sekretariat Dewan, serta Gedung Kantor Bupati Nagekeo.

Rombongan kemudian bergerak menuju tiga titik posko pengungsian terpadu, yakni Lapangan Berdikari, Halaman Gereja Stella Maris Danga, dan Puncak Dadiwuwu.

Di lokasi pengungsian, Meike berdialog langsung dengan warga terdampak. Interaksi tersebut dilakukan untuk mengetahui kebutuhan mendesak para pengungsi sekaligus memastikan dukungan pemerintah dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan.

Kementerian PU Pastikan Ketersediaan Air Bersih Pengungsi

Selain melakukan pemeriksaan bangunan, Kementerian PU juga memastikan kebutuhan dasar warga di lokasi pengungsian tetap terpenuhi.

Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan air bersih. Kementerian PU mendukung pemenuhan kebutuhan tersebut melalui pengoperasian truk tangki serta penempatan profil tank bantuan di sejumlah titik pengungsian.

Dukungan ini diharapkan dapat membantu menjaga kebutuhan air bersih warga selama masa tanggap darurat, terutama bagi masyarakat yang masih bertahan di posko pengungsian.

Kunjungan Dirjen Cipta Karya ke Nagekeo menjadi bagian penting dari upaya mempercepat pemulihan pascagempa, baik dari sisi keamanan fasilitas publik maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. (*/rnc)