Seba, RakyatNTT.ID – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua menggelar berbagai lomba seni dan budaya yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai wilayah.

Kegiatan tersebut resmi dibuka di Civic Center, Desa Menia, Kecamatan Sabu Barat, Senin (10/8/2026), oleh Bupati Sabu Raijua Krisman B. Riwu Kore, SE., M.M.

Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Sabu Raijua Ir. Thobias Uly, M.Si, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Sabu Raijua.

Rangkaian lomba seni dan budaya tersebut berlangsung selama sembilan hari, mulai 10 hingga 18 Agustus 2026.

Bupati: Budaya bukan Sekadar Seremonial

Dalam sambutannya, Krisman B. Riwu Kore mengatakan momentum HUT Kemerdekaan RI harus diisi dengan karya, kreativitas dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Menurutnya, budaya merupakan akar kehidupan masyarakat yang membentuk jati diri, karakter serta nilai-nilai luhur yang diwariskan antargenerasi.

“Pelestarian budaya tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi bagian dari upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Krisman.

Ia mengajak masyarakat Sabu Raijua menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian dari gerakan bersama dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kekayaan seni dan budaya lokal juga dapat menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sabu Raijua.

Ratusan Peserta Ikut Lomba Seni dan Budaya

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua tersebut mendapat antusiasme masyarakat.

Puluhan grup, sanggar dan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sabu Raijua ambil bagian dalam sejumlah kategori perlombaan.

Berdasarkan data panitia, peserta yang terdaftar antara lain:

  • Lomba Ledo: 25 grup/sanggar
  • Lomba Pedo’a: 26 grup/sanggar
  • Lomba Tarian Kreasi: 29 grup/sanggar
  • Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat kategori umum: 63 peserta
  • Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat kategori anak-anak: 26 peserta

Antusiasme peserta tersebut menunjukkan bahwa seni, tarian dan tenun ikat masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Sabu Raijua.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempraktikkan dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya daerah.

Dianggarkan Rp70 Juta dari APBD 2026

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengalokasikan anggaran sebesar Rp70 juta untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sabu Raijua Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Pemerintah daerah berharap dukungan anggaran tersebut dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal.

Bupati Minta Peserta Junjung Sportivitas

Bupati Krisman menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

Ia menilai pelaksanaan lomba seni dan budaya merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga seni, budaya dan adat istiadat Sabu Raijua.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin dan sikap saling menghargai selama mengikuti perlombaan.

“Yang terpenting bukan hanya kemenangan, tetapi juga proses belajar, pengalaman, dan kebersamaan,” pesannya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kompetisi, tetapi mampu melahirkan generasi kreatif dan berprestasi yang memiliki kebanggaan terhadap identitas budaya Sabu Raijua.

Budaya jadi Kekuatan Pariwisata Sabu Raijua

Pembukaan lomba ditutup dengan pembukaan resmi seluruh rangkaian kompetisi dan doa bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bumi Jawa Tawa.

Selain menjadi ruang ekspresi masyarakat, kegiatan seni dan budaya juga diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata Sabu Raijua.

Kekayaan budaya, tarian tradisional, tenun ikat dan kreativitas masyarakat dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan identitas Sabu Raijua kepada masyarakat yang lebih luas.

Untuk memastikan rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, jajaran Polres Sabu Raijua turut melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung. (*/rnc)