Ia mengajak masyarakat Sabu Raijua menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian dari gerakan bersama dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kekayaan seni dan budaya lokal juga dapat menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sabu Raijua.

Ratusan Peserta Ikut Lomba Seni dan Budaya

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sabu Raijua tersebut mendapat antusiasme masyarakat.

Puluhan grup, sanggar dan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sabu Raijua ambil bagian dalam sejumlah kategori perlombaan.

Berdasarkan data panitia, peserta yang terdaftar antara lain:

  • Lomba Ledo: 25 grup/sanggar
  • Lomba Pedo’a: 26 grup/sanggar
  • Lomba Tarian Kreasi: 29 grup/sanggar
  • Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat kategori umum: 63 peserta
  • Fashion Show Modifikasi Tenun Ikat kategori anak-anak: 26 peserta

Antusiasme peserta tersebut menunjukkan bahwa seni, tarian dan tenun ikat masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Sabu Raijua.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempraktikkan dan memperkenalkan kembali kekayaan budaya daerah.

Dianggarkan Rp70 Juta dari APBD 2026

Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua mengalokasikan anggaran sebesar Rp70 juta untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.