Di sisi lain, ketersediaan sejumlah barang di kota transit seperti Ruteng mulai menipis.

Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya kebutuhan bantuan dan aktivitas pengadaan barang dalam jumlah besar oleh pemerintah daerah untuk mendukung penanganan tanggap darurat.

Dokter Masih Terbatas di Lokasi Pengungsian

Selain persoalan logistik, GMIT juga mengidentifikasi keterbatasan tenaga medis, khususnya dokter, di sejumlah klaster pelayanan kesehatan.

Keterbatasan tersebut dinilai menjadi salah satu persoalan penting yang perlu segera dikoordinasikan bersama berbagai pihak.

GMIT berharap dukungan lintas lembaga dapat diperkuat, baik dalam pemenuhan kebutuhan logistik maupun tenaga kesehatan, sehingga masyarakat terdampak gempa di berbagai wilayah Flores dapat memperoleh pelayanan yang memadai selama masa tanggap darurat.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan bahwa dalam situasi bencana, kemanusiaan menjadi titik temu yang melampaui perbedaan agama dan latar belakang masyarakat. (*/rnc)