Perjalanan tim dimulai dari Labuan Bajo menuju Ruteng pada Senin (17/8/2026).

Dalam perjalanan, rombongan singgah di Lembor untuk bertemu Pdt. Victor Tualaka dan jemaat setempat sebelum melanjutkan perjalanan ke Reok.

Wilayah Reok menjadi salah satu kawasan yang terdampak cukup parah dengan catatan korban jiwa mencapai 27 orang.

Rombongan sempat merencanakan perjalanan langsung menuju Mbay, Kabupaten Nagekeo. Namun, rencana tersebut tertunda karena akses jalan utama belum dapat dilalui.

Tim kemudian kembali ke Ruteng dan melanjutkan perjalanan pada Selasa (18/8/2026) pukul 08.00 WITA melalui jalur selatan Flores.

Rute yang ditempuh yakni Ruteng–Borong–Aimere–Bajawa–Mbay dengan waktu perjalanan diperkirakan mencapai delapan hingga sembilan jam.

Setelah dari Mbay, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Ende untuk bermalam sebelum kemudian bertolak ke Kupang guna memperkuat koordinasi penanganan bencana tahap berikutnya.

Pengungsi Masih Membutuhkan Logistik

Hasil inventarisasi tim GMIT di lapangan menunjukkan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian masih cukup tinggi.

Sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain bahan pangan, air bersih, terpal atau tenda, selimut, minyak angin serta kebutuhan khusus untuk anak-anak dan bayi.