Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang Program Studi Keperawatan Waikabubak turut terlibat dalam edukasi kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan komunikasi kesehatan.
Selain aspek kesehatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan rumah melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Penyuluhan pertanian disampaikan Vera Patrisia Vikavarance Mame, S.Hut. Warga juga mendapatkan benih sayuran untuk mendukung pemanfaatan pekarangan rumah.
Program tersebut diarahkan untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan dan gizi, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.
Pemberdayaan juga dilakukan melalui demonstrasi pembuatan pangan lokal yang dipandu anggota DWP Kabupaten SBD, Maria Mbae Dapa.
Grasiana berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dilanjutkan melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh masyarakat.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, menerapkan ilmu yang diperoleh, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing demi terwujudnya masyarakat Sumba Barat Daya yang sehat, mandiri, dan produktif,” katanya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen Desa Mata Kapore dalam mencegah sekaligus menuntaskan TB.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan