Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut dia, perang melawan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan.
“Pemerintah desa, keluarga, organisasi masyarakat, institusi pendidikan dan seluruh warga memiliki peran penting,” kata Grasiana.
Ia menyebut peran masyarakat diperlukan terutama untuk menemukan kasus TB sedini mungkin, memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas serta mencegah penularan.
Mata Kapore Miliki Perdes Desa Siaga TBC
Grasiana juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mata Kapore yang telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang Pembentukan Desa Siaga TBC.
Menurutnya, keberadaan regulasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan TB di tingkat desa.
“Ini merupakan komitmen yang patut menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya pencegahan, penanggulangan, dan penghapusan stigma terhadap penderita TB,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan materi mengenai tanda dan gejala TB, cara penularan, pencegahan, pemeriksaan kesehatan serta pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Masyarakat juga diajak menghilangkan stigma terhadap penderita TB. Dukungan keluarga dan lingkungan dinilai penting agar pasien tidak merasa dikucilkan dan dapat menyelesaikan pengobatan secara teratur.
Edukasi TB Dibarengi Cek Kesehatan dan Pemberdayaan
Gerakan tersebut juga diisi dengan layanan cek kesehatan gratis (CKG) yang melibatkan Puskesmas Delu Depa bagi penderita TB dan keluarga.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan