Empat tim tersebut masing-masing adalah FC Mola sebagai peringkat keempat, ATL United sebagai peringkat ketiga, Budi Arta sebagai juara kedua, dan Gaza Moru FC sebagai juara pertama.

Selain trofi dan penghargaan, panitia juga memberikan hadiah uang pembinaan kepada para pemenang. Juara pertama mendapatkan tambahan hadiah berupa emas 15 gram 24 karat.

Penghargaan individu juga diberikan kepada pencetak gol terbanyak, pemain terbaik, serta suporter terbaik.

Rahmat secara khusus mengapresiasi suporter Roda FC yang dinilai konsisten memberikan dukungan sejak pertandingan pertama hingga pertandingan terakhir.

Menurutnya, loyalitas tersebut menjadi contoh bahwa dukungan terhadap tim seharusnya diberikan sejak awal kompetisi, bukan hanya ketika memasuki babak-babak akhir.

Budi Artha Cup Bukan Sekadar Mencari Juara

Menutup sambutannya, Rahmat berharap berbagai hal positif yang lahir dari Budi Artha Cup dapat terus dipertahankan.

Ia juga membuka ruang terhadap kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi agar penyelenggaraan turnamen pada masa mendatang semakin baik.

Menurut Rahmat, Budi Artha Cup bukan sekadar kompetisi untuk mencari juara.

Lebih dari itu, turnamen menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun sportivitas, menumbuhkan kejujuran, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkembang melalui olahraga.