Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Namun, rencana tersebut masih membutuhkan persetujuan DPRD Kabupaten Sabu Raijua.
Krisman juga membantah tudingan bahwa pinjaman daerah akan digunakan untuk kepentingan pribadi Bupati maupun orang-orang dekatnya.
“Saya tegaskan, itu salah besar. Tidak ada pinjaman daerah untuk kepentingan Bupati atau orang-orang dekat Bupati. Tujuannya untuk membangun jalan dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Efisiensi Anggaran untuk Tetap Membangun
Keterbatasan fiskal, menurut Krisman, tidak boleh menjadi alasan pemerintah menghentikan pembangunan.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Sabu Raijua sebelumnya mengalami pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp164 miliar.
Meski demikian, pemerintah daerah melakukan efisiensi, terutama pada perjalanan dinas dan program yang dinilai kurang mendesak.
Hasil efisiensi kemudian diarahkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk pembangunan enam ruas jalan, santunan duka, seragam sekolah gratis, bantuan kawat duri, ketinting, hand tractor hingga pembangunan rumah masyarakat.
“Ketika TKD kita dipotong Rp164 miliar, banyak program jalan yang anggarannya nol. Tetapi kita melakukan efisiensi. Hasil efisiensi itu kita arahkan kembali untuk masyarakat,” jelasnya.
Ada 1.000 Unit Rumah yang Direvitalisasi
Bupati juga menyampaikan adanya program revitalisasi rumah dari pemerintah pusat yang dialokasikan sebanyak 1.000 unit untuk Kabupaten Sabu Raijua.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan