“Ini bukan sekadar revitalisasi bangunan. Ada multiplier effect. Bahan bangunan bisa kita beli di toko-toko yang ada di Sabu, sehingga uang berputar di daerah dan dampaknya dirasakan masyarakat maupun para pengusaha lokal,” katanya.

Menurut Krisman, perputaran anggaran pembangunan di daerah akan memberikan manfaat tambahan bagi pelaku usaha dan masyarakat.

“Kalau bahan bangunan dibeli di Sabu, maka uangnya berputar di Sabu. Ini yang harus kita dorong,” tegasnya.

Dari 61 sekolah yang diusulkan mendapatkan program revitalisasi, sebanyak 31 sekolah telah terealisasi, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Bupati: Kunjungan ke Desa bukan Sekadar Seremonial

Krisman juga menegaskan bahwa kehadirannya di berbagai desa dan sekolah tidak hanya untuk menghadiri kegiatan seremonial.

Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengar keluhan, melihat kondisi serta mengidentifikasi kebutuhan warga.

“Saya tidak ingin masyarakat menilai saya hanya bekerja di balik meja dan ruangan ber-AC,” katanya.

Ia mengatakan, ketika tidak dapat menghadiri kegiatan di daerah, biasanya karena sedang berada di luar daerah untuk memperjuangkan kepentingan Kabupaten Sabu Raijua atau memenuhi agenda dengan kementerian.

Jalan Djadu-Pedarro jadi Prioritas

Selain sektor pendidikan, Bupati Krisman turut menyampaikan perkembangan pembangunan ruas jalan Djadu-Pedarro.