Jika produktivitas rata-rata mencapai tiga ton gabah per hektare, kawasan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 114 ton gabah dalam satu musim panen.

Potensi produksi tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi Bulog untuk menyerap hasil panen petani secara langsung.

Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan pola tanam serentak dan penggunaan benih dengan varietas yang seragam.

Iklan

Dengan dukungan infrastruktur, sarana produksi, benih berkualitas, dan pendampingan yang konsisten, kawasan persawahan Waikomo berpeluang berkembang menjadi salah satu penopang ketahanan pangan Kabupaten Lembata.

Irigasi Waikomo Ditargetkan Tuntas Bertahap hingga 2028

Pemerintah Kabupaten Lembata bersama penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan kepada petani, termasuk melalui pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tersier.

Pemerintah menargetkan persoalan jaringan irigasi di kawasan persawahan Waikomo dapat dituntaskan secara bertahap hingga 2028.

Bupati Kanis Tuaq menegaskan pembangunan pertanian tidak semata-mata mengejar peningkatan produksi. Pemerintah juga harus memastikan petani memperoleh dukungan infrastruktur dan sarana produksi yang memadai.

“Dengan sentuhan pemerintah yang dilakukan secara bertahap, kita berharap petani Waikomo mampu meningkatkan produktivitas dan mencapai target tiga kali panen dalam setahun,” ujar Kanis Tuaq.