“Tantangan kita memang di titik-titik di mana masyarakat mengungsi secara mandiri dan ini tidak semuanya juga masyarakat yang mendirikan tenda di sekitar rumah,” ujar Aam.

Menurutnya, kondisi psikologis warga menjadi salah satu alasan masyarakat memilih tetap mengungsi meski rumah mereka tidak seluruhnya mengalami kerusakan berat.

BNPB juga memberi perhatian khusus terhadap kelompok rentan di lokasi pengungsian, seperti anak-anak, ibu-ibu, dan lanjut usia.

“Nah ini menjadi perhatian kita, tentu saja selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga,” tuturnya.

Pos Logistik Dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere

BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten terdampak terus mendistribusikan logistik kepada masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mendukung kelancaran distribusi bantuan di NTT, pos pendukung logistik dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere.

BNPB memastikan penyisiran dan pendataan wilayah terdampak terus dilakukan agar tidak ada masyarakat yang terdampak gempa terlewat dari bantuan, terutama mereka yang berada di lokasi pengungsian mandiri dan wilayah dengan akses sulit. (*/rnc)