Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pada saat yang sama, pendataan kerusakan rumah warga diminta dilakukan secara paralel tanpa harus menunggu masa tanggap darurat berakhir.
Data tersebut diperlukan untuk mempercepat penentuan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) maupun perbaikan rumah warga.
“Saya mohon tidak usah menunggu sampai tanggap darurat selesai. Silakan mulai didata secara paralel. Begitu sudah jelas, segera kita tetapkan pembangunan, jangan sampai pendataan sekali lagi berlarut-larut,” tegasnya.
Helikopter dan Kapal Dikerahkan Distribusikan Logistik
Ketujuh, BNPB mengoordinasikan pengerahan alutsista dan armada pendukung lintas lembaga untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat.
Armada tersebut mencakup helikopter dan kapal laut milik TNI, Basarnas, serta BNPB.
“Dari TNI ada 4 helikopter dan kapal laut, Basarnas mengerahkan kapal dan pesawat, serta BNPB 2 pesawat sayap lebar dan 1 helikopter. Alutsista ini kita fokuskan untuk pendistribusian logistik,” kata Suharyanto.
Armada tersebut akan digunakan untuk mengangkut kebutuhan mendesak seperti bahan pangan, selimut, tenda pengungsian, dan bantuan lainnya ke titik-titik yang sulit dijangkau.
Media Center Beroperasi Setiap Sore
Kedelapan, BNPB menginstruksikan pengoperasian Media Center resmi sebagai pusat informasi penanganan bencana.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan