Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jembatan tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk warga yang hendak beraktivitas ke wilayah sekitar maupun jemaat gereja dari Batuplat.
“Kami berharap pemerintah membangun jembatan penghubung di sungai sehingga warga, termasuk jemaat gereja dari Batuplat, dapat melintas dengan aman tanpa harus menyeberangi kali secara langsung,” tambah Samuel.
Usulan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang diharapkan dapat masuk dalam perencanaan pembangunan Kota Kupang.
Mokris Lay Pastikan Aspirasi Diperjuangkan
Menanggapi berbagai aspirasi masyarakat, Anggota Komisi III DPRD Kota Kupang, Mokrianus Imanuel Lay, mengatakan seluruh usulan warga telah dicatat untuk diperjuangkan dalam pembahasan Perubahan APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, infrastruktur yang dibangun tidak sekadar memenuhi target pembangunan, tetapi benar-benar menjawab persoalan warga.
Berbagai usulan masyarakat, seperti pembangunan tembok penahan jalan, drainase, sistem resapan air, lampu penerangan jalan umum, sayap jembatan, jaringan irigasi, hingga jembatan penghubung antarwilayah, akan dibawa ke pembahasan di tingkat fraksi, komisi maupun Badan Anggaran DPRD Kota Kupang.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan