Ba’a, RakyatNTT.ID – Upaya mempercepat modernisasi pertanian di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat dukungan melalui penyaluran 16 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 16 kelompok tani.

Bantuan tersebut diserahkan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin, melalui jalur aspirasi di Balai Penyuluhan Pertanian Holoama, Desa Holoama, Kecamatan Lobalain, Kamis (6/8/2026).

Dilansir dari NusaROTE.ID (RakyatNTT Network), penyaluran kali ini menjadi yang ketiga sejak Usman Husin menjabat sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II.

Iklan

Sebanyak 16 unit alsintan yang diserahkan terdiri atas 12 unit traktor roda empat dan empat unit combine harvester.

Alsintan Diharapkan Percepat Tanam dan Panen

Usman Husin mengatakan bantuan tersebut diarahkan untuk membantu petani mengatasi persoalan keterbatasan tenaga dan waktu, terutama saat musim tanam dan panen.

“Saya ingin petani Rote Ndao tidak lagi kewalahan saat musim tanam dan panen. Dengan traktor dan combine ini, kita percepat pengolahan lahan dan percepat panen. Tujuannya satu, ketahanan pangan kuat dan kesejahteraan petani meningkat,” ujar Usman.

Ia meminta seluruh kelompok tani penerima memanfaatkan bantuan tersebut secara kolektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, alsintan yang diberikan merupakan fasilitas bersama sehingga tidak boleh dikuasai atau digunakan hanya untuk kepentingan pribadi.

“Manfaatkan alsintan ini sebaik-baiknya, rawat dan jaga bersama, dan pastikan bisa dirasakan oleh semua anggota kelompok tani dalam satu kawasan. Jangan dipakai sendiri,” tegasnya.

Bantuan Pertanian Lain Masih akan Disalurkan

Selain 16 unit alsintan tersebut, Usman menyampaikan masih terdapat sejumlah bantuan lain yang akan disalurkan kepada petani di Rote Ndao.

Bantuan tersebut antara lain traktor roda dua, bibit padi dan jagung, bantuan irigasi perpompaan (IRPOM), serta bantuan Bang PeSoNa atau Pengembangan Perhutanan Sosial Nasional.

Ia meminta kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan untuk melengkapi administrasi kelompok dan mengajukan proposal melalui kelompok tani maupun gabungan kelompok tani.

Proposal tersebut harus diketahui oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Bantuan alsintan dan lainnya tidak diberikan kepada orang perorangan tetapi kepada kelompok tani yang sudah terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan),” jelas Usman.

Untuk mendukung operasional alsintan, khususnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), ia juga menyarankan petani mengurus surat rekomendasi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.

Surat rekomendasi tersebut diperlukan agar kelompok tani dapat memperoleh BBM bersubsidi di SPBU sesuai ketentuan yang berlaku.

Petani Matasio Sambut Bantuan Combine Harvester

Bantuan combine harvester mendapat apresiasi dari kelompok tani penerima.

Ketua Poktan Nusa Dua Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Karel Yoskar Theon, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan mesin panen tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Anggota DPR RI Usman Husin atas perhatian dalam memperjuangkan aspirasi petani Rote Ndao. Khusus petani Desa Matasio merasa senang dan bangga, tak menyangka akan mendapat bantuan Combine Harvester,” ujar Karel.

Ia menjelaskan, lahan pertanian di Desa Matasio berada dalam satu kawasan seluas sekitar 500 hektare yang dikelola oleh 13 kelompok tani.

Menurutnya, kehadiran combine harvester akan membantu mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kebutuhan waktu dan biaya tenaga kerja.

” Dengan bantuan combine ini sangat membantu dalam mempercepat proses panen sekaligus menghemat waktu dan biaya tenaga kerja,” katanya.

Karel bersama anggota kelompok tani berkomitmen menjaga dan merawat mesin tersebut. Combine harvester juga akan digunakan secara bersama, termasuk membantu kelompok tani lain yang membutuhkan.

Pemkab Rote Ndao Targetkan Indeks Pertanaman hingga 3 Kali

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Balukh, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian serta Usman Husin atas dukungan terhadap sektor pertanian daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, kami menyampaikan terima kasih. Dukungan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Nixon.

Menurutnya, traktor roda empat akan dimanfaatkan untuk mempercepat pengolahan lahan sehingga areal tanam dapat diperluas.

Sementara combine harvester diarahkan untuk mempercepat proses panen sehingga petani dapat segera mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya.

Pemerintah daerah bahkan mendorong peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Kalau sebelumnya dari 2 hektare lahan hanya 1 hektare yang bisa diolah, dengan traktor ini semua harus bisa diolah. Kalau sebelumnya tanam setahun sekali, sekarang upayakan 2 kali setahun. Kalau sudah 2 kali, targetkan 3 kali setahun,” tegas Nixon.

Dinas Pertanian bersama para penyuluh pertanian lapangan akan melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan alsintan agar bantuan tersebut benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produksi.

Dukung Program Rote Ndao Bertani

Modernisasi pertanian melalui mekanisasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, yakni “Rote Ndao Bertani” atau Mbule Lima, yang merupakan butir kelima dari sembilan program Mbule Sio.

Program tersebut diharapkan berjalan seiring dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.

Bantuan alsintan menjadi penting karena mekanisasi dapat membantu petani mengatasi keterbatasan tenaga kerja sekaligus mempercepat siklus produksi.

Dengan pengolahan lahan dan panen yang lebih cepat, pemerintah berharap petani dapat meningkatkan produktivitas lahan dan frekuensi tanam.

Daftar Kelompok Tani Penerima Bantuan

Combine Harvester:

  • Poktan Suen Lekunik, Lobalain
  • Poktan Hanya Dalam Hu, Helebeik, Lobalain
  • Poktan Mejar Jaya Temas, Rote Barat Daya
  • Poktan Nusa Dua Matasio, Rote Timur

Traktor Roda Empat:

  • Poktan Tunas Baru Lalukoen
  • Poktan Intan Selelesur Oebou
  • Poktan Neumata Lentera
  • Poktan Kada Teu Oehandi
  • Poktan Rada Kara Oebafo
  • Poktan Usaha Baru Oebatu, Rote Barat Daya
  • Poktan Sumber Kasih Helebeik, Lobalain
  • Poktan Keduoen Lidabesi, Rote Tengah
  • Poktan Namahena Nusakdale, Pantai Baru
  • Poktan Eahu Serubeba, Rote Timur
  • Poktan Oelolot, Rote Barat
  • Poktan Cahaya Tani Tolama, Loaholu

Penyaluran alsintan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret memperkuat mekanisasi pertanian di Rote Ndao. Dengan dukungan teknologi, pemerintah berharap petani mampu mengolah lahan lebih luas, mempercepat panen, menekan biaya produksi dan meningkatkan frekuensi tanam.

Pada akhirnya, mekanisasi pertanian diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. (nr1/rnc)