Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menegaskan bahwa berbagai prestasi yang pernah diraih para petinju NTT merupakan hasil dari proses panjang berupa latihan disiplin, pembinaan yang konsisten, serta pengalaman bertanding yang terus menerus.
Karena itu, kejuaraan antar sasana dinilai menjadi wadah penting untuk menjaga regenerasi atlet sekaligus menjaring bibit-bibit petinju berbakat dari seluruh kabupaten dan kota di NTT.
PON 2028 jadi Target Kebangkitan Tinju NTT
Johni Asadoma menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, yang akan digelar bersama oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, merupakan momentum strategis untuk mengembalikan prestasi olahraga tinju di daerah.
Ia berharap cabang olahraga tinju mampu menjadi salah satu penyumbang medali emas bagi kontingen NTT pada pesta olahraga nasional tersebut.
“Saat ini kita tengah mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Nasional Tahun 2028 dan Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menjadi tuan rumah bersama Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak. Kita harus bergandengan tangan menciptakan ekosistem olahraga tinju yang sehat dan berprestasi pada PON tahun 2028,” tegasnya.
PERBATI dan Sasana Diminta Perkuat Pembinaan Atlet
Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga tinju, khususnya PERBATI, bersama seluruh sasana tinju di NTT agar memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan