Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari prestasi akademik maupun jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga dari kontribusinya dalam menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.

Kampus harus mampu memberdayakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta membangun kemandirian desa secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu membawa solusi sekaligus menjaga nama baik Universitas Katolik Widya Mandira selama menjalankan pengabdian di Desa Nekmese.

Fokus Tangani Stunting, Kemiskinan hingga Pengembangan UMKM

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNWIRA Kupang, Yanti Paula Bria, menjelaskan bahwa Program Desa Binaan akan berlangsung selama 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Sebanyak 78 mahasiswa yang berasal dari 11 program studi dan 6 fakultas akan dibagi ke dalam enam kelompok yang tersebar di lima dusun di Desa Nekmese.

Berbagai program prioritas akan dijalankan selama pengabdian, di antaranya:

  • Pencegahan stunting
  • Pengentasan kemiskinan ekstrem
  • Pelestarian budaya lokal
  • Peningkatan literasi masyarakat
  • Pengelolaan air bersih
  • Pengembangan UMKM desa
  • Pemberdayaan sektor peternakan
  • Pencegahan penyalahgunaan narkoba

Program ini juga melibatkan sejumlah mitra strategis, antara lain Solar Chapter Indonesia, Buku Bagi NTT, Media Cakrawala NTT, HIPMI Kota Kupang, AVA Farm, serta Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.