Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kupang saat ini terus mendorong pembangunan melalui program Delapan Asa Kabupaten Kupang, yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengurangan angka kemiskinan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

Mahasiswa Didorong Menjadi Mitra Masyarakat

Sekda menilai kehadiran mahasiswa di desa memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran langsung mengenai realitas sosial.

Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepemimpinan, memperkuat empati, sekaligus menerapkan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar menjaga nama baik almamater, menghormati adat dan budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa maupun masyarakat.

“Hadirlah bukan sebagai orang yang merasa paling tahu, melainkan sebagai sahabat yang siap belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” pesannya.

Sekda turut mengajak pemerintah desa memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa agar program yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan desa.

Rektor UNWIRA: Kampus Harus Hadir Memberikan Dampak Nyata

Sementara itu, Rektor UNWIRA Kupang, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., menegaskan bahwa Program Desa Binaan merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bagian dari dukungan terhadap kebijakan nasional Kampus Berdampak.