Kupang, RakyatNTT.ID – Program Pascasarjana (PPs) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang resmi memulai langkah strategis untuk membuka Program Studi (Prodi) Magister Bisnis Digital.

Kehadiran program ini diharapkan menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan transformasi digital, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Tahapan awal pengusulan program tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Workshop Bina Talenta bertajuk “Ekosistem Digital dan Masa Depan Profesi”, hasil kolaborasi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X DPR RI.

Kegiatan yang berlangsung di Kupang, Rabu (8/7/2026), dibuka oleh Direktur Program Pascasarjana Undana, Dr. Hamza H. Wulakada, S.P., M.Si., serta dihadiri akademisi, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana.

Workshop tersebut menjadi forum akademik untuk menghimpun berbagai masukan sekaligus memperkuat dokumen pengusulan Prodi Magister Bisnis Digital agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang di era digital.

Berpeluang jadi Prodi Pertama di NTT

Dalam sesi diskusi yang dipandu Wakil Direktur I Pascasarjana Undana, Dr. Jefri Likadja, perwakilan LLDIKTI Wilayah XV, Dr. Deford Lakapu, M.M., mengungkapkan bahwa hingga saat ini program Magister Bisnis Digital di kawasan Indonesia Timur baru tersedia di Pulau Sulawesi.

Karena itu, pembukaan program serupa di Undana dinilai memiliki peluang besar menjadikan kampus tersebut sebagai pelopor pendidikan bisnis digital di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Direktur Pascasarjana Undana, Dr. Hamza H. Wulakada, mengatakan pemilihan tema workshop tidak terlepas dari proses persiapan pembukaan program studi baru tersebut.

“Kami sengaja mengangkat tema ini karena salah satu program studi yang sedang kami persiapkan adalah Magister Bisnis Digital. Forum ilmiah seperti ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pematangan pengusulan program studi tersebut agar linear dengan kebutuhan kompetensi masyarakat di era modern,” ujarnya.

Digitalisasi Bukan Sekadar Teknologi

Dalam paparannya, akademisi Ilmu Komputer Undana, Dr. Dony Martinus Sihotang, M.Sc., menjelaskan bahwa transformasi digital bukan hanya sebatas penggunaan teknologi, melainkan perubahan cara kerja organisasi untuk menciptakan nilai tambah baru.

Menurutnya, kemampuan membangun strategi bisnis berbasis digital akan menjadi kompetensi utama yang dibutuhkan dunia usaha pada masa mendatang.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Stefano Rizki Adranacus, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui perwakilannya, Agustinus Lawo Brewon, menyatakan komitmennya untuk mendukung proses pembukaan program studi tersebut melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dorong Transformasi Ekonomi Digital NTT

Rencana pembukaan Magister Bisnis Digital tidak hanya diproyeksikan memperkuat sektor pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi fondasi percepatan transformasi ekonomi digital di Nusa Tenggara Timur.

Selama ini, banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan, hingga pemerintah daerah di NTT masih menghadapi keterbatasan tenaga ahli dalam merancang strategi bisnis digital, pengelolaan data, maupun pengembangan platform perdagangan elektronik (e-commerce).

Akibatnya, berbagai institusi masih bergantung pada konsultan dari luar daerah dengan biaya yang relatif tinggi.

Di sisi lain, potensi produk unggulan daerah seperti tenun ikat, hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan sektor ekonomi kreatif belum mampu menembus pasar global secara optimal karena minimnya penguasaan strategi pemasaran digital.

Siapkan Arsitek Ekonomi Digital Daerah

Melalui kehadiran Prodi Magister Bisnis Digital, Undana menargetkan lahirnya tenaga profesional yang mampu menjadi penggerak transformasi ekonomi berbasis teknologi di NTT.

Lulusan program ini diharapkan mampu mendampingi UMKM, membangun sistem bisnis digital, memperkuat pemasaran berbasis data, hingga mendorong inovasi yang meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.

Selain itu, keberadaan program ini juga diproyeksikan membuka peluang lahirnya lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga ahli dari luar daerah, serta menekan arus migrasi talenta muda NTT ke luar pulau.

Dengan langkah tersebut, Universitas Nusa Cendana semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan inovasi, riset, dan pencetak SDM digital yang mendukung percepatan pembangunan ekonomi modern di kawasan Indonesia Timur. (*/rnc)