Selama ini, berbagai persoalan seperti tingginya angka stunting, gizi buruk, serta angka kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama di wilayah kepulauan dan lahan kering yang memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

Melalui program doktor ini, Undana diharapkan mampu melahirkan peneliti dan akademisi yang menghasilkan riset berbasis kondisi lokal sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Selain memperkuat kapasitas penelitian, keberadaan program ini juga membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan, dosen, maupun aparatur pemerintah di NTT untuk melanjutkan pendidikan doktor tanpa harus menempuh studi di luar daerah.

Apabila resmi dibuka, Program Studi S3 Kesehatan Masyarakat akan menjadi tonggak penting bagi Undana dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu kesehatan di Indonesia Timur, sekaligus mendukung lahirnya inovasi dan kebijakan kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)