Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Selama ini, berbagai program pengabdian dinilai kurang efektif karena tidak mempertimbangkan karakteristik wilayah, sehingga bantuan maupun pelatihan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pembagian peran yang lebih spesifik, setiap desa kini memperoleh solusi berdasarkan kondisi geografis, potensi ekonomi, dan persoalan yang dihadapi.
Desa-desa pesisir akan didorong meningkatkan nilai tambah hasil perikanan melalui hilirisasi produk, sementara kawasan lahan kering memperoleh pendampingan untuk memperkuat sistem pertanian dan penyediaan pakan ternak berkelanjutan.
Di sisi lain, Tim Guru Besar memastikan seluruh inovasi tersebut diperkuat melalui regulasi dan tata kelola desa agar tetap berjalan meski masa pendampingan berakhir.
Dukung Visi Kabupaten Kupang Emas
LPPM Undana berharap model pengabdian berbasis klaster ini mampu menciptakan pembangunan desa yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas sektor unggulan desa, tetapi juga memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat transformasi ekonomi lokal, serta mendukung terwujudnya Visi Kabupaten Kupang Emas melalui pembangunan yang berbasis potensi wilayah. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan