Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Melalui pendekatan tersebut, program pengabdian dibagi ke dalam tiga klaster utama.
Klaster pertama berfokus pada pengembangan sektor pertanian dan peternakan lahan kering, dengan sasaran peningkatan produktivitas jagung, hortikultura, serta kesehatan ternak sapi.
Klaster kedua diarahkan ke wilayah pesisir melalui penguatan sektor perikanan dan pemberdayaan UMKM pengolahan hasil laut agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
Sedangkan klaster ketiga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program sanitasi lingkungan, edukasi gizi keluarga, serta digitalisasi administrasi pemerintahan desa.
Pemerintah Kabupaten Kupang Dukung Integrasi Data
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Drs. Guntur Subu Taopan, mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di sembilan kecamatan untuk membuka akses data seluas-luasnya kepada tim Undana.
Menurutnya, dukungan tersebut penting agar seluruh program yang dijalankan benar-benar berbasis data dan mampu mengoptimalkan potensi komoditas unggulan di setiap desa.
“Pemerintah Kabupaten Kupang telah menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa di sembilan kecamatan untuk membuka akses data seluas-luasnya. Kami membutuhkan integrasi penuh agar pemetaan yang dilakukan para dosen langsung menyentuh potensi komoditas lokal yang selama ini belum dikelola secara maksimal,” ujarnya.
Tinggalkan Model Pengabdian Seragam
Model klasterisasi yang diterapkan Undana menjadi pendekatan baru dibanding pola pengabdian sebelumnya yang cenderung seragam di setiap desa.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan