Menurutnya, kampus harus mengembangkan riset yang sesuai dengan kebutuhan daerah sehingga hasil penelitian maupun pengabdian masyarakat benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Riset harus ditujukan untuk menjawab kebutuhan daerah sehingga benar-benar berdampak. Begitu pula pengabdian dosen dan mahasiswa, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi harus mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegas Fauzan.

Melalui Program GARUDA, pemerintah berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat melahirkan berbagai inovasi pemberdayaan yang mampu menciptakan lapangan usaha baru, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem, khususnya di Nusa Tenggara Timur. (rnc04)