Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
FGD dipandu oleh Koordinator Penelitian dan Publikasi SPs UGM, Ahmad Suparmin, S.P., M.Agr.Sc., Ph.D.
Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini sejatinya telah dimulai sejak 2024 dan terus berkembang.
Pada 2025, mahasiswa KKN Tematik Undana dan UGM berhasil menyusun dokumen profil desa secara komprehensif di Desa Sadi, Desa Tulakadi, dan Desa Dualaus yang berada di kawasan perbatasan RI-RDTL.
Dokumen tersebut memuat potensi dan kebutuhan desa di bidang kesehatan, pariwisata, hingga pemberdayaan budidaya lahan sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih terarah.
Wakil Dekan Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama SPs UGM, Prof. Dr. Ir. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr., menegaskan keberhasilan pembangunan wilayah perbatasan membutuhkan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi lokal.
Perkuat Ketahanan Pangan Hadapi Ancaman El Niño
Kemitraan antara Undana dan UGM juga diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat perbatasan, mulai dari krisis pangan akibat perubahan iklim, keterbatasan layanan kesehatan, hingga belum optimalnya pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
Melalui riset multidisiplin yang berkelanjutan, kedua perguruan tinggi berupaya menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan