Ende, RakyatNTT.ID – Tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Sokoria dan Desa Sokoria Selatan, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga situasi yang aman, damai, dan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat yang majemuk.

Perbedaan Tidak Boleh Merusak Persaudaraan

Tokoh Masyarakat Desa Sokoria, Thomas Sao, menegaskan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi penyebab renggangnya hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama ini.

Ia mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan dan membangun hubungan sosial yang harmonis demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.

“Demi menjaga kedamaian, persatuan, dan kenyamanan, mari kita bersama-sama menjaga hubungan baik antarwarga. Jangan biarkan perbedaan pandangan merusak ikatan kekeluargaan kita,” ujar Thomas.

Warga Diminta Bijak Bermedia Sosial

Selain mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, Thomas juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.

Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan kenyamanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga mengimbau warga agar lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan mudah percaya dan jangan menyebarkan berita atau isu yang belum jelas kebenarannya, baik secara langsung maupun di media sosial,” katanya.

Thomas berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa hingga generasi muda, terus bersinergi menjaga keamanan dan kedamaian wilayah.

“Keamanan dan kedamaian wilayah kita adalah tanggung jawab kita bersama. Terima kasih,” tuturnya.

Tokoh Agama Dorong Penyelesaian Melalui Musyawarah

Senada dengan itu, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Sokoria dan Sokoria Selatan, Ruben Rai, mengajak masyarakat untuk menyelesaikan setiap perbedaan melalui dialog dan musyawarah.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan sosial yang harus disikapi secara dewasa tanpa memicu konflik.

“Kita ini bersaudara. Salah pendapat itu hal yang biasa. Mari kita selesaikan secara kekeluargaan dengan cara damai, bukan dengan cara-cara yang tidak berkenan,” tegas Ruben.

Perkuat Persatuan, Tolak Informasi yang Memecah Belah

Ruben juga mengingatkan masyarakat agar mampu menyaring setiap informasi yang diterima, terutama di era digital saat ini.

Ia mengajak warga untuk mendukung penyebaran informasi yang memperkuat persatuan, sekaligus menolak berbagai isu yang berpotensi memecah belah kehidupan bermasyarakat.

“Kalau informasi itu mempersatukan, mari kita pegang bersama. Tetapi jika memecah belah, jangan kita ikuti. Mari kita bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui ajakan tersebut, para tokoh masyarakat dan tokoh agama berharap semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong terus terpelihara sehingga situasi kamtibmas di Desa Sokoria dan Sokoria Selatan tetap aman, damai, dan kondusif. (*/rnc)