Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kini produk-produk HUP telah dipasarkan melalui dapur sekolah, NTT Mart, koperasi lokal, hingga dimanfaatkan oleh para petani di wilayah perbatasan.
Program tersebut turut melibatkan siswa, guru, orang tua, masyarakat Timor-Leste, pelaku usaha, serta petani lokal sehingga dampaknya dirasakan secara luas.
Guru: Penghargaan bukan Tujuan Akhir
Guru SMP IL Kapten Fatubaa, Antonius Kapitan, mengaku tidak menyangka sekolahnya mampu menjadi juara tingkat Asia Pasifik.
Menurutnya, fokus utama sekolah sejak awal bukan mengejar penghargaan, melainkan menciptakan manfaat nyata bagi siswa dan masyarakat.
“Kami para guru terutama para siswa hanya berusaha yang terbaik. Kami berusaha mengubah kulit pisang menjadi produk seperti es krim, pupuk cair, dan pupuk kompos,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sekolah akan terus mengembangkan program tersebut agar manfaatnya semakin luas.
“Kami punya tugas melanjutkan proyek ini karena tujuan kegiatan ini bukan untuk memenangkan penghargaan, tetapi untuk masa depan para siswa dan komunitas di sekitar kami.”
Raih Hadiah Rp650 Juta untuk Pengembangan Sekolah
Sebagai Juara Utama Regional Asia Pasifik, SMP IL Kapten Fatubaa memperoleh hadiah sebesar USD40.000 atau sekitar Rp650 juta, yang akan digunakan sepenuhnya untuk memperkuat program kesehatan dan kesejahteraan di sekolah.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe


Tinggalkan Balasan