Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan Kuliah Kerja Nyata, tetapi merupakan gerakan kolaboratif yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“GENTASKIN bukan sekadar program KKN tematik, tetapi merupakan gerakan kolaboratif yang mempertemukan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

Iklan

Mahasiswa Diminta Menjadi Agen Perubahan

Sekda Alor berpesan agar seluruh mahasiswa mampu menjalankan perannya sebagai agen perubahan selama berada di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa peserta KKN tidak hanya hadir untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga membawa ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan pembangunan di desa.

Mahasiswa yang mengikuti KKN GENTASKIN tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi harus menjadi agen perubahan yang membawa ilmu pengetahuan, inovasi, semangat pengabdian, serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan di desa,” tegas Melkisedek Belly.