Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik dalam area pasar, di mana sampah organik maupun anorganik bercampur dan memenuhi tempat penampungan sementara.

Apabila tidak segera diangkut, tumpukan sampah berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengundang lalat, hingga menjadi sumber penyebaran penyakit.

Selain itu, kondisi lingkungan pasar yang kotor juga dapat menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi para pedagang.

Karena itu, ia meminta evaluasi terhadap sistem pengangkutan sampah agar pelayanan kebersihan dapat berjalan lebih efektif, terutama di kawasan pasar yang setiap hari menghasilkan volume sampah cukup besar.

DLHK Diminta Segera Turun Lapangan

Politisi muda yang akrab disapa Benny, juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang agar tidak menunggu persoalan semakin besar.

Ia meminta jajaran DLHK segera melakukan pengecekan langsung ke tiga pasar tersebut untuk memastikan penyebab keterlambatan pengangkutan sekaligus mengambil langkah cepat dalam penanganannya.

Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan penting agar solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

“DLHK harus cepat merespons kondisi ini. Jangan sampai sampah terus menumpuk dan akhirnya menimbulkan persoalan baru. Harus segera turun lapangan agar penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.