“Pasar saham kehilangan lebih dari 30 persen kapitalisasi pasar. Sementara nilai tukar rupiah juga sempat melemah sekitar 7 persen terhadap dolar AS pada periode yang sama,” jelasnya.

Untuk keseluruhan tahun 2026, S&P memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen, meski laju pertumbuhan diperkirakan akan sedikit melambat pada kuartal-kuartal berikutnya akibat ketidakpastian ekonomi global dan masih tingginya suku bunga domestik.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Berdasarkan perkembangan sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya masih akan fluktuatif.

Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp18.090 hingga Rp18.140 per dolar AS, dengan peluang ditutup melemah apabila tekanan eksternal kembali meningkat. (*/rnc)