Meski bernada hawkish, Waller masih meyakini inflasi berpeluang turun menuju target 2 persen tanpa harus menaikkan suku bunga secara agresif. Ia juga menilai kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat sudah semakin mendekati target lapangan kerja maksimum.

S&P Pertahankan Peringkat Indonesia, jadi Sentimen Positif Rupiah

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek Stabil.

Lembaga pemeringkat internasional tersebut memproyeksikan ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 5 persen per tahun dalam tiga tahun mendatang meski menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan ketidakpastian global.

Menurut S&P, prospek ekonomi Indonesia tetap kuat berkat kebijakan makroekonomi yang dinilai prudent serta tingkat utang pemerintah dan utang eksternal yang relatif lebih rendah dibandingkan negara-negara lain dengan peringkat serupa.

S&P juga menilai program hilirisasi mineral yang dijalankan pemerintah berpotensi meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat kinerja ekspor Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Meski demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa kondisi pasar keuangan domestik sepanjang semester I 2026 masih menghadapi tekanan cukup besar.